Hindu-Indonesia.Com
 | LinksUcapan Terima Kasih   |  Opini Anda Lihat Tamu  | home |
e
Tattwa - Filsafat
Susila - Etika
Upacara - Ritual
Tirtayatra
Wacana
Artikel
Info Buku Hindu
Warta Umat
Diskusi tentang Banten

 


TATWA
Veda adalah Paravak

Salam kasih, Svastyastu,

Veda, sebagaimana diajarkan di sekolahs adalah merupakan kitab suci yang Anadi dan Ananta, tidak berawal dan tidak berakhir. Ia merupakan pengetahuan Kekal Abadi. Hal ini ditekankan didalam Rg Veda 1.164.45 dan berbagai Mantra Veda lainnya. Ditegaskan bahwa Veda adalah pengetahuan suci kekal abadi yang keluar dari Mulut Tuhan YME sehingga ia dinamakan Paravak, yaitu Sabda Brahman, Sabda Spiritual Maha Agung. Oleh karena ia juga keluarnya tidak melalui mulut manusia biasa maka Veda juga dinamakan Apaurusheya. Berasal dari kata Purusha (manusia) dengan "A" didepan menunjukkan bukan atau tidak, sehingga menjadi Apaurusha dan karena aturan tata bahasa menjadi Apaurusheya, berarti tidak oleh manusia.

Demikian Veda merupakan ajaran Maha Agung yang tidak merupakan hasil buatan manusia biasa. Ia adalah wahyu langsung dari Tuhan YME yang diterima langsung secara spiritual oleh para Maharesi dan disebarluaskan didalam lingkungan umat manusia oleh para maharesi tersebut.

Para orang suci yang telah mendapatkan gelar Resi dan Maharesi merupakan para orang suci yang sangat tangguh didalam berbagai tapa brata dan kesucian serta ajeg mantap didalam jalan Satya/Rta/Kebenaran. Kitab Manu Smriti menegaskan bahwa beliau-beliau itu mendapat gelar Resi Maharesi setelah melewati berbagai pertapaan maha dahsyat sampai akhirnya berhasil "MELIHAT" langsung Mantra-Mantra Veda, sehingga beliau mendapat gelar Resi. Dalam bahasa SAnskerta, kata Resi berarti ia yang langsung melihat Mantra (rshayo mantra-drstarah). Kitab kamus Veda bernama Nirukta juga menjelaskan bahwa yang melihat Mantra Veda dinamakan Resi (rsir darshanat).

SEbagaimana disebutkan bahwa Veda merupakan Sabda Brahman atau Sabda Tuhan YME, maka ia adalah kekal penuh isi, baik isi material maupun isi spiritual. Didalam filsafat Veda Sabda (kata, sabda) dikatagorikan sebagai sesuatu yang kekal abadi. Nirukta juga mengatakan "niyatanupurvya niyatavaco yuktayah" bahwa Sabda adalah kekal, yang mengikutinya juga kekal dan tata pengucapannya juga adalah kekal. JAdi Sabda didalam filsafat Veda diterima sebagai kekal abadi. Dan oleh karena Veda tidak merupakan Sabda dari manusia biasa maka ia dinamakan Paravak dan/atau Apaurusheya. Dengan demikian, pengetahuan Veda, arti dan makna pengetahuan Veda adalah kekal abadi pula adanya. Pengetahuan kekal seperti itu HANYA Tuhan YME SEndiri yang mampu melakukannya. Orang-orang biasa ataupun para Dewa tidak akan mampu melakukannya. SAtu-satunya HANYA Tuhan lah yang mampu melakukan hal-hal yang kekal. Oleh karena para Dewa juga tidak kekal maka para Dewa pun tidak mampu memunculkan atau menciptakan sesuatu yang kekal abadi seperti ajaran suci Veda.

Kitab Mahabharata bagian Shanti Parva (232.24) juga mempertegas hal ini: "anadinidhana vidya vagutsrsta svayambhuva" bahwa dari Siapa munculnya alam semesta ini, dari Beliaulah pertama kali terciptakan atau munculnya ajaran suci Veda.

Kitab Veda yang adalah Sabda TUhan YME SEndiri adalah Sabda suci, Sabda Kekal Abadi. Didalam Veda Sabda/kata dibedakan menjadi empat, tiga dalam bentuk rahasia dan satu dalam bentuk Veda, yang diizinkan oleh-NYA menyebar didalam lingkungan masyarakat manusia (guha trini nihita....). Trini artinya tiga dan guha nihita menunjukkan sangat rahasia. DAri sini kita dapat membayangkan bagaimana luasnya dan mendalamnya serta maha tiada terbatasnya ajaran Veda, yang hanya seperempat Sabda Suci Kekal Abadi. Mungkin penjelasan ini pula yang menjadi alasan para maha muni atau maharesi kita menekankan berulangkali agar kita memberikan waktu dari berbagai kesibukan tanpa kesibukan kita untuk sekadar mempelajari Veda. Semoga mendapat perhatian dan semoga semua berbahagia...(Darmayasa)

Source :   HDNet
 
 
Print artikel  |  Kirim ke teman
:::::

www.hindu-indonesia.com
Data dan Informasi yang disajikan ini merupakan reproduksi dari dokumen aslinya yang
berasal dari berbagai sumber. Jika ada karaguan mengenai isi agar
memperhatikan dokumen aslinya.
Copyright 2002, hindu-indonesia.com, Kontak: Webmaster